3 Tipe Investor Menurut Profil Risiko

Pada kesempatan kali ini, Asianami akan membahas tentang tipe tipe investor menurut profil risiko. Yuk simak!

Seperti yang telah kita ketahui, para investor selalu melakukan aksi jual beli terhadap investasi yang dipilihnya untuk berbagai alasan. Alasan tersebut sangat bervariasi mulai dari alasan yang menyebutkan bahwa mereka melakukan investasi hanya untuk menjaga nilai uang yang dimiliki agar tidak termakan inflasi ataupun untuk melipatgandakan modal berkali lipat secepat mungkin. Tapi untuk alasan yang terakhir tentu tingkat resiko yang akan diambil jauh lebih besar dibandingkan dengan alasan yang pertama bukan?

Alasan-alasan inilah yang membentuk bermacam tipe investor dan kemudian berpengaruh kepada psikologi yang dimiliki oleh mereka terhadap pengelolaan modal.

3 Tipe Investor Menurut Profil Risiko

1. Tipe Konservatif

Tipe konservatif disini termasuk golongan investor yang ingin menginvestasikan uangnya untuk sesuatu yang pasti-pasti saja. Umumnya mereka membagi penempatan modal mereka menjadi 2, dimana persentase sebesar 20% untuk saham sedangkan 80% untuk pendapatan tetap seperti obligasi dan deposito.

Untuk usia dan jumlah modal dari golongan ini biasanya berasal dari kalangan menengah ke atas. Mereka cenderung tidak ingin mengambil resiko yang tinggi karena faktor keamanan yang juga mereka pertimbangkan, misalnya seperti faktor keluarga.

Anda tentu tidak ingin mempertaruhkan keluarga bahagia yang anda miliki apabila investasi tersebut gagal bukan?

2. Tipe Moderat

Tipe ini biasanya berada pada usia kisaran 30-45 tahun. Mereka cenderung masih berani untuk mengambil resiko dikarenakan faktor pertimbangannya belum sebanyak golongan konservatif. Persentase penempatan modalnya ditempatkan 50% untuk saham dan 50% untuk pendapatan tetap. 

Baca juga: 5 Cara Memulai Investasi Saham Bagi Pemula

3. Tipe Agresif

Dari semua yang ada, tipe agresif termasuk golongan yang mempunyai risiko paling tinggi. Semangat mereka untuk menjadi sukses melampaui pertimbangan resiko yang tinggi tersebut.

Penempatan modal yang mereka miliki umumnya dibagi sebesar 80% untuk saham dan 20% untuk pendapatan tetap. Prinsip yang mereka percaya adalah High Risk High Return, dimana mereka berpikir bahwatidak adasesuatu yang besar yang akan mereka dapatkan tanpa tidak disertai dengan resiko yang tinggi.

Nah, menurut kalian, tipe investor mana yang cocok dengan kepribadian dan kondisi kalian?

Tidak menutup kemungkinan juga bagi mereka yang sudah berusia diatas 45 tahun untuk menjadi investor yang agresif dengan catatan anda dapat memperhitungkan resiko yang akan timbul.

Sekali lagi, semua jenis instrumen investasi mempunyai besaran resikonya masing-masing karena tidak ada dari segala jenis investasi di dunia yang bebas 100% dari resiko. Salam untuk semua investor yang cerdas dan sukses!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *