5 Cara Memilih Saham Untuk Pemula

Cara memilih saham untuk pemula sangat penting diketahui. Hal ini untuk menghindari salah beli saham perusahaan yang justru tidak menguntungkan alias rugi.

Hal paling utama yang perlu dilakukan pemula dalam memulai investasi saham adalah dengan bertanya tentang cara memilih salam yang menguntungkan. Jangan sampai karena terinspirasi oleh teman atau kerabat yang mendapatkan keuntungan besar di pasar saham, hingga lupa bertanya seputar informasi agar modal terjaga dan menimalisir risiko investasinya.

Untungnya, sudah ada cara memilih saham bagi pemula terutama yang belum paham apa itu bentuk analisa teknikal dan fundamental.

Cara Memilih Saham untuk Pemula

1. Mengerti kode saham dan sektor serta bisnis yang dikerjakan

Kode saham yang hanya empat huruf memang tidak harus di hafal namun akan menjadi sangat penting bagi pemula. Hal yang sering terjadi biasanya adalah salah membeli saham karena tidak tahu kode. Apalagi sektor bisnis juga sangat penting dan berpengaruh besar terkait harga saham.

Misalnya mau beli saham BEST, malah jadi beli saham BEKS. Kedua sektor tersebut sangat jauh berbeda. Dimana BEKS merupakan sektor perbankan, sedangkan BEST merupakan sektor property.

Berawal dari informasi dan pengetahuan ini sangat membantu bagi pemula untuk meminimalkan risiko yang akan terjadi di kemudian hari. Termasuk prediksi harga saham di sektor yang dipilih.

2. Amatilah kebijakan pemerintah

Kebijakan pemerintah amat sangat berpengaruh terhadap sebuah rencana bisnis sebuah perusahaan. Maka seluruh kebijakan pemerintah perlu kita cermati sebagai pemula.

Jika pemerintah mendorong industri infrastruktur, maka biasanya saham-saham yang bergerak di sektor infrastruktur akan bergerak lebih agresif naik dan turun harga sahamnya.

Baca juga: Cara Cek Kalender Libur Saham

3. Pemilik perusahaan

Mempertimbangkan profile dari pemilik perusahaan juga menentukan harga saham kedepannya. Karena jika pemilik perusahaan bermasalah, tentu pergerakan harga saham menjadi suram.

Pastikan pemilik perusahaan tidak terlibat di ranah politik. Hal ini karena sangat berisiko jika modal yang kita berikan malah digunakan untuk kepentingan politik, bukan untuk pengembangan usaha.

4. Agenda perusahaan

Jangan lupa untuk mencari informasi perusahaan yang dipilih. Pastikan pilih perusahaan yang inovatif, rajin ekspansi, serta rajin membagikan deviden.

Hindari perusahaan yang ingin melakukan pendaan dengan tujuan yang kurang inovatif. Termasuk terlalu lama untuk menghasilkan break event point.

Baca juga: 5 Cara Memulai Investasi Saham Bagi Pemula

5. Pilih Perusahaan yang sedang naik daun

Mencari perusahaan yang sedang naik daun mungkin sangat menantang karena lebih susah dan butuh kerja keras untuk mencari informasi dan riset yang lama.

Jadi, pintar saja tidak cukup untuk bertahan dan menghasilkan keuntungan di pasar modal. Hanya ada dua pilihan, pertama bayar lebih mahal atau yang kedua tekun membaca dan bertanya.

Jadi, jangan pernah membeli saham yang sudah masuk LQ45, dimana harga sahamnya turun terus dan tidak terkontrol bahkan ke harga 50.

Carilah saham yang masih belum naik dan belum masuk LQ45. Pastikan juga perusahaan tersebut inovatif dan serius untuk ekspansi. Karena masuk LQ45 butuh perjuangan yang besar.

Itulah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *